Frame Humas Polres Tegal Kota - 23 Juli 2020 35

Tribratanews-tegalkota.com – Kota Tegal – Bertempat di Polsek Tegal Selatan, Kapolres Tegal Kota pimpin sidang diversi kasus pencurian , Selasa (21/07).

Dalam Sidang Diversi tersebut dihadiri pula oleh pihak Bapas kelas 2 Pekalongan, Dinas P3AP2KB Kab. Tegal, Dinsos Kab. Tegal, Penasehat Hukum, Tokoh Masyarakat, terlapor, orang tua terlapor dan pihak pelapor.

Berjalannya sidang, Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo menjelaskan bahwa sidang diversi tersebut dilaksanakan untuk mencapai kesepakatan antara pihak pelapor dan terlapor.

”Kita disini menggelar sidang diversi yang mana mempertimbangkan berbagai aspek salah satunya dari pihak terlapor merupakan anak dibawah umur dan kasus yang dilaporkan merupakan kasus tindak pidana ringan serta hal tersebut bukanlan perbuatan yang diulang  sebagai salah satu unsur pendukung sehingga sidang diversi ini bisa digelar”, ujar Kapolres Tegal Kota.

Dalam sidang tersebut dilakukan musyawaran antar pihak terkait dengan sistem satu persatu pihak memberi masukan maupun tanggapan penyelesaian kasus tersebut, selain itu juga dicari bagaimana pembinaan yang akan dilakukan oleh pihak terkait nantinya.

Sidang Diversi sendiri merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, sebagaimana disebut dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (“UU SPPA”). Dalam sidang diversi tersebut juga memiliki beberapa syarat antara lain diancam pidana kurang dari 7 tahun dan bukan pidana yang berulang.

Sedangkan dalam kasus ini, terlapor diketahui melakukan tindak pencurian di salah satu pusat perbelanjaan Kota Tegal dengan barang bukti 10 kardus minyak goreng dan ketika perbuatan tersebut dilakukan tertangkap basah oleh salah petugas keamanan pusat perbelanjaan tersebut. Motif dari terlapor sendiri uang hasil penjualan akan digunakan membeli handphone karena handphone si terlapor sudah rusak dibagian layarnya sehingga tidak layak pakai lagi apalagi dengan sistem pembelajaran yang dimasa ini mengharuskan melalui sistem daring.

Sidang tersebut pun berakhir dengan pemulangan terlapor ke pihak orang tua dan dilakukan pembinaan melalui pengawasan pihak Bapas nantinya serta pengembalian barang yang telah diambil ke pihak pelapor.

Dalam kesempatan tersebut AKBP Rita juga memberi santunan dengan mengganti hp dengan yang baru dengan tujuan dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar nantinya serta hal bermanfaat lainnya.

Hal tersebut pun menjadi sebuah perhatian terutama dalam tugas kepolisian dalam menjamin hak anak di mata hukum dan tetap mengedepankan pola pengasuhan serta pembinaan bagi anak yang berurusan dengan hukum.